Chapter 589 - 590 Destruction Spiral Fitran Destroys the World He Created
Eidolon Veritas tidak memiliki hukum. Namun dalam ketenangannya, Fitran melihat sesuatu yang lebih menakutkan dari kehancuran:
"Tidak ada yang tumbuh di sini. Karena tidak ada yang berani berbeda denganku."
Beelzebub tersentak saat melihat ekspresi Fitran. Tidak marah. Tidak sedih. Hanya... kosong.
"Kau tidak ingin tinggal?" bisiknya.
"Kau menciptakan ini untuk Elyra..."
Fitran menatap langit. Langit yang diciptakannya dari getaran perasaan. Namun langit itu tak bergerak. Ia tidak hidup. Karena ia bergantung pada satu orang: dirinya.
Di dalam kehampaan itu, ia merasakan betapa lelahnya mengemban beban harapan yang tidak pernah diminta. Ketakutannya akan kehilangan tanggung jawab yang entah bagaimana telah menjadi identitasnya. Kemanusiaan, yang seharusnya menjadi kekuatannya, kini terasa seperti belenggu.
Setelah ia menciptakan tempat ini, bayangan-bayangan gelap menari-nari di sudut-sudut pikirannya, seperti makhluk dari mimpi buruk yang tak terhapuskan. Setiap detak jantungnya seolah bergetar dengan resonansi dunia yang hampa, menciptakan gema tak berujung yang mengisi ruang di sekitarnya. Cakrawala kelabu menyelimuti eksistensinya, menciptakan suasana yang mengingatkannya akan siklus kehidupan yang hilang.
As thoughts spiraled in his mind, Fitran realized that he was trapped in a cycle of false hope that hindered him. A soft voice within him whispered, reminding him that hope forced upon him relentlessly would only erode his soul. He recalled moments when happiness seemed so easily attainable, before every choice turned into a burden.
"I would rather lose... than let the world depend on me to keep feeling."
In the distance, the gentle shadow of Elyra appeared in his mind, as if her smile could illuminate the darkness enveloping his soul. Yet the harder he tried to reach her, the further she drifted away, bringing a cascadian feeling of longing that he could only sense in the empty void. Perhaps that shadow served as a reminder that nothing could be found without sacrificing everything he had once believed.
